Minggu, 19 Juli 2020

KOMUNITAS SEJUTA GURU NGEBLOG



PROGRAM  SEKOLAH  CERDAS
( Best Practice : H.Lalu Suwarno )
1.                      PENDAHULUAN
A.               Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia, setiap segi kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari unsur pendidikan. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan penyelenggaraan pendidikan wajib memegang beberapa prinsip yakni pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa dengan satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. selain itu juga  proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dengan memberi keteladanan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran melalui mengembangkan budaya membaca, menulis dan berhitung.
Pendidikan sangat menentukan masa depan dan keberhasilan seseorang dalam hidupnya karena hal tersebut merupakan modal dasar yang fundamental  pada diri seseorang dalam menentukan  jati diri dan menentukan keberhasilannya. oleh karena itu, apabila pendidikan seseorang gagal (drop out) maka besar kemungkinan gagal juga  meraih apa yang dicita-citakan.
Pendidikan yang diperoleh di sekolah formal maupun non formal tidak cukup untuk membangun kualitas diri seseorang dalam berinteraksi maupun berkompetisi di tengah masyarakat yang begitu maju penguasaan ilmu pengetahuan dan informasi dan teknologi ( IT ) pada saat ini sehingga harus memiliki motivasi instrinsik untuk meraih semua faktor pendukung dalam mencapai  kesuksesan hidup yaitu kemajuan dan kemakmuran.
Kedua hal di atas yang menempatkan pendidikan sebagai modal dasar dalam membangun jati diri maupun meningkatkan kualitas diri sehingga mampu bersaing dan berkompetisi di tengah tengah masyarakat yang begitu pesat kemajuannya. untuk mewujudkan Hal tersebut tentulah membutuhkan energi, pikiran dan biaya yang tidak kecil. tentunya biaya tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat (orang tua). Pemerintah mengucurkan dana tersebut dalam bentuk bantuan operasional sekolah (BOS) adalah bantuan pendidikan berbentuk dana yang diberikan kepada sekolah dan madrasah untuk kepentingan non-personalia dan diberikan berdasarkan jumlah siswa yang dimiliki sebuah sekolah saat ini yang berasal dari Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah ( Wikipedia). (sebaiknya merujuk pada UU yang berlaku terkait istilah BOS.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Anwar Makarim menyatakan melalui video Kebijakan Merdeka Belajar  episode ketiga, penggunaan dana BOS dibuat lebih fleksibel. salah satunya sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru honorer dan juga untuk tenaga kependidikan porsinya hingga 50 persen  ( kompas.Com ) .
Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) dinyatakan bahwa besaran alokasi dana BOS regular yang diberikan kepada sekolah penerima dihitung berdasarkan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah Peserta Didik ( Pasal 6 ayat 2 Juknis BOS 2020 ) jenjang SMP per tahun sebesar Rp 1.100.000, 00 ( satu juta seratus ribu rupiah ) per  satu  orang Peserta Didik per satu tahun,  Berdasarkan hal tersebut SMP Negeri 18 Mataram menerima dana BOS regular sebesar Rp 126.500.000,00 ( seratus dua puluh enam juta lima ratus ribu rupiah ) sedangkan dana BOS Daerah sebesar Rp 22.655.460,00 ( Dua puluh dua juta enam ratus lima puluh lima  ribu rupiah ), adapun perincian penggunaan sebagai berikut :
No
Tahun
Dana BOS Pusat
Dana BOS Daerah
Jumlah
1
2019
Rp. 136.000.000             
Rp. 29.550.000               
Rp. 165.550.000
2
2020
Rp. 218.900.000
Rp. 92.400.000             
Rp. 311.300.000
(sumber: Rencana Kegiatan Dan Anggaran Sekolah SMPN 18 Mataram )
Adapun dana BOS reguler yang digunakan untuk belanja pegawai sebesar Rp 50.600.000,00 setara dengan 40 % sedangkan untuk belanja barang dan jasa sebesar Rp 75.900.000,00 ( Tujuh puluh lima juta Sembilan ratus ribu rupiah ) sedangkan dana BOS Daerah 100 % digunakan untuk belanja pegawai yang diberikan dalam bentuk tambahan penghasilan ( Tamsil ) bagi guru honorer ( GTT ) dan pegawai honorer ( PTT ) sesuai peraturan wali kota Mataram Nomor : 01 Tahun 2019 Tentang pemberian tambahan penghasilan kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintah Kota Mataram berdasarkan kondisi kerja dengan tugas melampaui beban kerja normal dan lingkungan pekerjaan resiko tinggi .
Berdasarkan penjelasan penggunaan dana bantuan operasional sekolah SMPN 18 Mataram di atas khususnya untuk belanja barang dan jasa kurang lebih Rp 6.325.000,00 ( Enam juta tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah ) setiap bulan adalah angka yang sangat kecil untuk biaya kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler sehingga perlu dipikirkan langkah langkah  yang harus diambil oleh kepala sekolah agar kegiatan tersebut di atas, yang membutuhkan jasa dapat dilaksanakan secara optimal sesuai dengan rencana kegiatan untuk menghasilkan prestasi bagi siswa, bukan sekedar melaksanakan kegiatan seperti pada rencana kegiatan dan anggaran sekolah ( RKAS ) dengan alokasi dana relatif kecil sesuai perolehan dana BOS SMP Negeri 18 Mataram, sehingga tidak memungkinkan membayar pelatih ( mentor ) yang  bersertifikasi . juga pada kegiatan intrakurikuler ( Mapel Prakarya ) belum tersedia tenaga pengajar yang memiliki background / lulusan sarjana/diploma program pengajaran prakarya  ( Data bidang GTK Dinas Pendidikan Kota Mataram ) sehingga mata pelajaran prakarya harus diampu oleh guru honorer yang ada walaupun basicnya sangat tidak linier ( dikutip dari pembagian tugas SMPN 18 Mataram Tahun Pelajarn 2019/2020 ) .
B.             Tujuan
Adapun tujuan yang diharapkan dari terbentuknya Program Sekolah Cerdas dengan pendekatan kolaboratif ini adalah sebagai berikut :
a.                  Membentuk komunitas belajar bale pinter yang memiliki anggota dengan berbagai latar belakang / bidang keahlian untuk mendukung terlaksananya semua kegiatan Program Sekolah Cerdas
b.                 Mengasah dan menyempurnakan ketrampilan anggota untuk dapat ditularkan kepada warga sekolah ( guru, pegawai dan siswa ) SMPN 18 Mataram .
c.                  Memamfaatkan anggota komunitas untuk mengatasi kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran pada mata pelajaran prakarya dan kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler di SMPN 18 Mataram .
d.                 Meningkatkan kompetensi guru dan pegawai SMPN 18 Mataram dengan cara transfer knowledge dari anggota komunitas yang mumpuni .
e.                  Menjalin kerja sama lintas satuan pendidikan bahkan lintas instansi untuk memperbanyak kegiatan yang dilaksanakan sekolah dengan biaya yang dialokasikan pada RKAS SMPN 18 Mataram .
f.                   Memberikan motivasi kepada warga sekolah ( guru, pegawai dan siswa ) SMPN 18 Mataram melalui kegiatan bersama ( kolaboratif ) dengan anggota komunitas yang dinaungi “ Program Sekolah Cerdas “
1.                 Metodologi
Menggunakan pendekatan kolaboratif  dengan menggabungkan berbagai profesi/ unsur yang memiliki berbagai latar belakang yaitu beberapa Universitas (UMMAT, UNU, UNDIKMA) yang terikat dengan Memorandum of Understanding ( MoU ),Guru lintas Mapel dari berbagai sekolah/ PONPES,  Dinas Lingkungan Hidup , Bank sampah, The Griya Lombok, POSYANTEK Ampenan, Stakeholder, Orang Tua tergabung pada Komunitas Belajar Bale Pinter yang dinaungi Program Sekolah Cerdas . Dengan Keragaman skill ( Potensi ) di atas sangat memungkinkan dilakukan dengan cara sharing ( diskusi ) Tranfer ilmu pengetahuan ( pemodelan / pendampingan ), work shop / kerja kelompok .    Semua metode tersebut di atas dalam rangka pemberdayaan dan memotivasi semua warga sekolah ( guru, pegawai dan siswa ) SMPN 18 Mataram sehingga  program  sekoalah  dapat diwujudkan dengan hasil yang memuaskan .
 PembahasanDeskripsi terkait Program Sekolah Cerdas (PSC) mengacu pada
Link video, bisa diakses pada laman youtube: https://youtu.be/35EGDtvPJeUUntuk menjalankan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler atau ekstrakurikuler  agar terlaksana dengan baik ( sesuai harapan ) sekolah hasilnya nyata dan bisa berkompetisi di tingkat kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat bahkan tingkat Nasional membutuhkan biaya tidak sedikit dan kerja keras
mengingat semua komponen warga sekolah memiliki motivasi tergolong masih rendah dalam
berkreasi dan berinovasi pada bidang intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler pengelolaannya masih belum maksimal ( hasil supervisi ) tahun pelajaran 2019 / 2020 karena kondisi input masih rendah sesuai hasil penerimaan peserta didik baru ( PPDB ) sejak awal berdirinya sekolah ini, kegiatan     sekolah selalu terfokus pada perolehan dana BOS yang relative kecil sehingga belum dirasakan mamfaatnya oleh siswa. karena itu kepala SMP Negeri 18 Mataram mengambil langkah dengan meluncurkan program yang diberi nama Program Sekolah Cerdas yang  menghimpun banyak anggota berbakat pada bidang masing masing yang diharapkan bisa ditularkan kesemua warga sekolah. PROGRAM SEKOLAH CERDAS

  
Gb  . 1 MoU Lintas sekolah dan lintas instansi

  Adapun program ini menggunakan pendekatan Kolaboratif dengan inisiatif pembentukan” Komunitas Belajar Bale Pinter” dengan maksud yaitu SMP Negeri 18 Mataram dapat mengadopsi atau belajar berbagai hal yang bisa membangun kemauan / motivasi dalam pembelajaran melalui pelibatan komunitas lintas sekolah ataupun lintas instansi dengan melibatkan unsur guru baik dari SMPN 18 Mataram maupun guru dari sekolah lain di kota Mataram atau Lombok Barat dengan berbagai universitas seperti Universitas Muhammadiyah (UMMAT) Mataram, Universitas Nahdatul Ulama (UNU) NTB, Universitas Mandalika Mataram (UNDIKMA) sedangkan lintas instansi seperti dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Dinas Pertanian juga dari penggiat barang kerajinan seperti The Griya Lombok, Pos Pelayanan Teknologi (POSYANTEK) Ampenan, Bank Sampah, unsur Orang Tua Siswa dan Stakeholder seperti Kelurahan Ampenan Selatan, Takmir Masjid Karang Buyuk Ampenan Selatan, dengan keberagaman skill ( ketrampilan ) ini merupakan modal yang harus dikelola dengan baik, 
 
Gb. 2 Pendampingan Pembuatan Proposal PTK

sehingga pelibatan anggota komunitas sangat dirasakan mamfaat bagi semua warga SMPN 18 Mataram .  Melalui metode belajar kelompok atau pendampingan dapat mengikuti lomba penelitian PTK (penelitian tindakan kelas ) dengan mengirim 3 ( tiga ) buah ke
Gb. 3 Pembuatan Barang Kerajinan

Demikian juga atas kerja sama dan keperdulian anggota komunitas sehingga terselenggara pembelajaran prakarya (intrakurikuler) dengan memamfaatkan barang bekas berupa sampah kertas dan sampah plastic (ekobrik ) menjadi berbagai barang kerajinan yang bernilai ekonomi
sangat tinggi (dengklek, pas bunga, asbak, papan nama ruangan) seperti ditunjukkan foto barang di samping, sekaligus mendukung program Pemerintah provinsi NTB ( Zero Waste ) yang dicanangkan tahun 2019 yang lalu . Berbagai kegiatan juga dapat terselenggara
Gb. 4 Pembuatan pupuk kompos

seperti pelatihan bagi Guru dan OSIS Sekolah Menengah Pertama Negeri dan swasta se kota Mataram dalam menentukan 3 ( tiga ) aspek pilihan dari 4 ( empat ) aspek  yang harus dikuasai setiap (Permendikbud Nomor 6 Tahun 2017). Praktek pembuatan kompos oleh Dinas Lingkungan Hidup bagi semua SMP se kota Mataram pula dipusatkan di SMPN 18 Mataram karena siswa kelas IX pada pelajaran IPA diberikan pelatihan ( pembuatan pupuk cair ) dan workshop ( pembuatan pupuk kompos ) oleh Dinas Lingkungan Hidup sampai bisa memproduksi sendiri dengan brand SMPN 18 Mataram ( gambar disamping ) untuk kebutuhan sendiri ( penyubur grand house ) bahkan sebagian produksinya untuk dijual ( out put ) sebagaima amanat kurikulum 2013 
Gb. 5 Penanaman pohon (penghijauan) 

disiapkan oleh GEO PARK Rinjani Kegiatan Sosialisasi 4 (empat) Pilar Kebangsaan kolaborasi antara SMPN 18 Mataram dan Pondok Pesantren NW Nurul Jannah Ampenan yang dirangkai dengan penghijauan ( penanaman pohon ) secara simbolis oleh Anggota MPR RI yaitu Bapak Haji Sukisman Azmy berhasil dilaksanakan dengan pemusatan kegiatan di SMPN 18 Mataram setelah anggota komunitas sharing dengan anggota MPR RI untuk  oleh SMPN 18 Mataram,  karena  komunitas Gb.6 Mengisi Green Housemaka berhasil diyakinkan untuk beracara di SMPN 18 Mataram. 
sekaligus menjadi kegiatan sekolah terbukti dengan terbangunnya       Green      House                 Sekolah dengan biaya sangat murah juga bisa diwujudkan karena kerja sama anggota komunitas, orang tua dan semua warga sekolah . Green house ini menjadi tempat belajar di luar yang disenangi oleh semua siswa dan menjadi media belajar yang sangat efektif dan menyenangkan .  Semua yang diupayakan komunitas dan bekerja sama dengan SMPN 18 Mataram sangat bermamfaat untuk meningkatkan  ketrampilan peserta didik ( life skill ) dan perlahan menambah  kepercayaan (truss) orang tua siswa terhadap peningkatan mutu pendidikan SMPN 18 Mataram.

C.             PENUTUP
1.                  Kesimpulan
Dengan demikian terbentuknya komunitas Belajar Bale Pintar yang dinaungi Program Sekolah Cerdas banyak memberI manfaat terhadap kegiatan SMP Negeri 18 Mataram dengan kata lain kegiatan Komunitas sekaligus mewujudkan program sekolah baik ekstrakurikuler maupun kokurikuler yang sudah dijelaskan di atas bisa terlaksana denagn semestinya membutuhkan biaya besar sedangkan biaya dari dana BOS yang dialokasikan demikian kecil
ahirnya semua kegiatan sekolah dapat dilaksanakan dengan biaya murah bahkan tanpa biaya itulah makna yang disebut dengan Program Sekolah Cerdas yang diluncurkan SMPN 18 Mataram untuk mensiasati keterbatasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dialokasikan untuk melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler maupun kokurikuler .
     
2.                  Saran
Pada tulisan ini saran yang disampaikan penulis ditujukan kepada :
1.      Pemerintah  Daerah khususnya Dinas Pendidikan Kota Mataram agar memberikan perhatian lebih terhadap kondisi yang dihadapi SMPN 18 Mataram agar program sekolah dapat terlaksana dengan baik.
2.      Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 18 Mataram harus bekerja keras dan bahu-membahu menjalankan semua kegiatan sekolah secara ikhlas untuk membangun kepercayaan masyarakat sekitar.
3.       Masyarakat sekitar sekolah dan stakeholder agar memberikan dukungan penuh untuk kemajuan mutu SMPN 18 Mataram.
4.       Semua anggota Komunitas Belajar Bale Pintar agar lebih proaktif dan intens memberikan dukungannya terhadap keberlangsungan Program Sekolah Cerdas yang memberi dampak positif terhadap SMPN 18 Mataram semoga menjadi amal ibadah aamiin yarobbal’alamin.