PROGRAM SEKOLAH CERDAS
( Best Practice : H.Lalu Suwarno )
1.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal
yang penting dalam kehidupan manusia, setiap segi kehidupan manusia tidak akan
pernah lepas dari unsur pendidikan. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan
penyelenggaraan pendidikan wajib memegang beberapa prinsip yakni pendidikan
diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif
dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan
kemajemukan bangsa dengan satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan
multimakna. selain itu juga proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta
didik yang berlangsung sepanjang hayat dengan memberi keteladanan, membangun
kemauan dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran
melalui mengembangkan budaya membaca, menulis dan berhitung.
Pendidikan sangat
menentukan masa depan dan keberhasilan seseorang dalam hidupnya karena hal
tersebut merupakan modal dasar yang fundamental pada diri seseorang dalam
menentukan jati diri dan menentukan keberhasilannya. oleh karena itu,
apabila pendidikan seseorang gagal (drop out) maka besar kemungkinan
gagal juga meraih apa yang dicita-citakan.
Pendidikan yang diperoleh
di sekolah formal maupun non formal tidak cukup untuk membangun kualitas diri
seseorang dalam berinteraksi maupun berkompetisi di tengah masyarakat yang
begitu maju penguasaan ilmu pengetahuan dan informasi dan teknologi ( IT ) pada
saat ini sehingga harus memiliki motivasi instrinsik untuk meraih semua faktor
pendukung dalam mencapai kesuksesan hidup yaitu kemajuan dan kemakmuran.
Kedua hal di atas yang
menempatkan pendidikan sebagai modal dasar dalam membangun jati diri maupun
meningkatkan kualitas diri sehingga mampu bersaing dan berkompetisi di tengah
tengah masyarakat yang begitu pesat kemajuannya. untuk mewujudkan Hal tersebut
tentulah membutuhkan energi, pikiran dan biaya yang tidak kecil. tentunya biaya
tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat (orang tua).
Pemerintah mengucurkan dana tersebut dalam bentuk bantuan operasional sekolah
(BOS) adalah bantuan pendidikan berbentuk dana yang diberikan kepada sekolah
dan madrasah untuk kepentingan non-personalia dan diberikan berdasarkan jumlah
siswa yang dimiliki sebuah sekolah saat ini yang berasal dari Pemerintah pusat
dan Pemerintah Daerah ( Wikipedia). (sebaiknya merujuk pada UU yang berlaku
terkait istilah BOS.
Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Anwar Makarim menyatakan melalui video
Kebijakan Merdeka Belajar episode ketiga, penggunaan dana BOS dibuat lebih
fleksibel. salah satunya sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan
guru-guru honorer dan juga untuk tenaga kependidikan porsinya hingga 50
persen ( kompas.Com ) .
Berdasarkan peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang
petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) dinyatakan bahwa besaran
alokasi dana BOS regular yang diberikan kepada sekolah penerima dihitung
berdasarkan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah Peserta Didik ( Pasal
6 ayat 2 Juknis BOS 2020 ) jenjang SMP per tahun sebesar Rp 1.100.000, 00 (
satu juta seratus ribu rupiah ) per satu orang Peserta Didik per
satu tahun, Berdasarkan hal tersebut SMP Negeri 18 Mataram menerima dana
BOS regular sebesar Rp 126.500.000,00 ( seratus dua puluh enam juta lima ratus
ribu rupiah ) sedangkan dana BOS Daerah sebesar Rp 22.655.460,00 ( Dua puluh
dua juta enam ratus lima puluh lima ribu rupiah ), adapun perincian
penggunaan sebagai berikut :
|
No
|
Tahun
|
Dana
BOS Pusat
|
Dana
BOS Daerah
|
Jumlah
|
|
1
|
2019
|
Rp.
136.000.000
|
Rp.
29.550.000
|
Rp.
165.550.000
|
|
2
|
2020
|
Rp.
218.900.000
|
Rp.
92.400.000
|
Rp.
311.300.000
|
(sumber: Rencana Kegiatan Dan Anggaran Sekolah SMPN 18 Mataram )
Adapun dana BOS reguler
yang digunakan untuk belanja pegawai sebesar Rp 50.600.000,00 setara dengan 40
% sedangkan untuk belanja barang dan jasa sebesar Rp 75.900.000,00 ( Tujuh
puluh lima juta Sembilan ratus ribu rupiah ) sedangkan dana BOS Daerah 100 %
digunakan untuk belanja pegawai yang diberikan dalam bentuk tambahan
penghasilan ( Tamsil ) bagi guru honorer ( GTT ) dan pegawai honorer ( PTT )
sesuai peraturan wali kota Mataram Nomor : 01 Tahun 2019 Tentang pemberian
tambahan penghasilan kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintah
Kota Mataram berdasarkan kondisi kerja dengan tugas melampaui beban kerja
normal dan lingkungan pekerjaan resiko tinggi .
Berdasarkan penjelasan
penggunaan dana bantuan operasional sekolah SMPN 18 Mataram di atas khususnya
untuk belanja barang dan jasa kurang lebih Rp 6.325.000,00 ( Enam juta tiga
ratus dua puluh lima ribu rupiah ) setiap bulan adalah angka yang sangat kecil
untuk biaya kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler
sehingga perlu dipikirkan langkah langkah yang harus diambil oleh kepala
sekolah agar kegiatan tersebut di atas, yang membutuhkan jasa dapat
dilaksanakan secara optimal sesuai dengan rencana kegiatan untuk menghasilkan
prestasi bagi siswa, bukan sekedar melaksanakan kegiatan seperti pada rencana
kegiatan dan anggaran sekolah ( RKAS ) dengan alokasi dana relatif kecil sesuai
perolehan dana BOS SMP Negeri 18 Mataram, sehingga tidak memungkinkan membayar
pelatih ( mentor ) yang bersertifikasi . juga pada kegiatan
intrakurikuler ( Mapel Prakarya ) belum tersedia tenaga pengajar yang memiliki
background / lulusan sarjana/diploma program pengajaran prakarya ( Data
bidang GTK Dinas Pendidikan Kota Mataram ) sehingga mata pelajaran prakarya
harus diampu oleh guru honorer yang ada walaupun basicnya sangat tidak linier (
dikutip dari pembagian tugas SMPN 18 Mataram Tahun Pelajarn 2019/2020 ) .
B.
Tujuan
Adapun tujuan yang
diharapkan dari terbentuknya Program Sekolah Cerdas dengan pendekatan
kolaboratif ini adalah sebagai berikut :
a.
Membentuk komunitas belajar bale pinter yang memiliki anggota
dengan berbagai latar belakang / bidang keahlian untuk mendukung terlaksananya
semua kegiatan Program Sekolah Cerdas
b.
Mengasah dan menyempurnakan ketrampilan anggota untuk dapat
ditularkan kepada warga sekolah ( guru, pegawai dan siswa ) SMPN 18 Mataram .
c.
Memamfaatkan anggota komunitas untuk mengatasi kesulitan dalam
melaksanakan pembelajaran pada mata pelajaran prakarya dan kegiatan kokurikuler
maupun ekstrakurikuler di SMPN 18 Mataram .
d.
Meningkatkan kompetensi guru dan pegawai SMPN 18 Mataram dengan
cara transfer knowledge dari anggota komunitas yang mumpuni .
e.
Menjalin kerja sama lintas satuan pendidikan bahkan lintas
instansi untuk memperbanyak kegiatan yang dilaksanakan sekolah dengan biaya
yang dialokasikan pada RKAS SMPN 18 Mataram .
f.
Memberikan motivasi kepada warga sekolah ( guru, pegawai dan siswa
) SMPN 18 Mataram melalui kegiatan bersama ( kolaboratif ) dengan anggota
komunitas yang dinaungi “ Program Sekolah Cerdas “
1.
Metodologi
Menggunakan pendekatan
kolaboratif dengan menggabungkan berbagai profesi/ unsur yang memiliki
berbagai latar belakang yaitu beberapa Universitas (UMMAT, UNU, UNDIKMA) yang
terikat dengan Memorandum of Understanding ( MoU ),Guru lintas Mapel dari
berbagai sekolah/ PONPES, Dinas Lingkungan Hidup , Bank sampah, The Griya
Lombok, POSYANTEK Ampenan, Stakeholder, Orang Tua tergabung pada Komunitas
Belajar Bale Pinter yang dinaungi Program Sekolah Cerdas . Dengan Keragaman
skill ( Potensi ) di atas sangat memungkinkan dilakukan dengan cara sharing (
diskusi ) Tranfer ilmu pengetahuan ( pemodelan / pendampingan ), work shop /
kerja kelompok . Semua metode tersebut di atas dalam rangka
pemberdayaan dan memotivasi semua warga sekolah ( guru, pegawai dan siswa )
SMPN 18 Mataram sehingga program sekoalah dapat diwujudkan
dengan hasil yang memuaskan .
PembahasanDeskripsi terkait Program Sekolah Cerdas (PSC)
mengacu pada
Link video, bisa diakses pada laman youtube: https://youtu.be/35EGDtvPJeUUntuk menjalankan kegiatan intrakurikuler,
kokurikuler atau ekstrakurikuler agar terlaksana dengan baik ( sesuai
harapan ) sekolah hasilnya nyata dan bisa berkompetisi di tingkat kota Mataram,
Provinsi Nusa Tenggara Barat bahkan tingkat Nasional membutuhkan biaya tidak
sedikit dan kerja keras
mengingat semua komponen warga sekolah memiliki motivasi tergolong
masih rendah dalam
berkreasi dan berinovasi
pada bidang intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler pengelolaannya
masih belum maksimal ( hasil supervisi ) tahun pelajaran 2019 / 2020 karena
kondisi input masih rendah sesuai hasil penerimaan peserta didik baru ( PPDB )
sejak awal berdirinya sekolah ini,
kegiatan sekolah selalu terfokus pada perolehan
dana BOS yang relative kecil sehingga belum dirasakan mamfaatnya oleh siswa.
karena itu kepala SMP Negeri 18 Mataram mengambil langkah dengan meluncurkan
program yang diberi nama Program Sekolah Cerdas yang menghimpun
banyak anggota berbakat pada bidang masing masing yang diharapkan bisa
ditularkan kesemua warga sekolah. PROGRAM SEKOLAH CERDAS
Gb . 1 MoU Lintas sekolah dan lintas instansi
Adapun program ini menggunakan pendekatan Kolaboratif dengan
inisiatif pembentukan” Komunitas Belajar Bale Pinter” dengan maksud yaitu SMP
Negeri 18 Mataram dapat mengadopsi atau belajar berbagai hal yang bisa
membangun kemauan / motivasi dalam pembelajaran melalui pelibatan komunitas
lintas sekolah ataupun lintas instansi dengan melibatkan unsur guru baik dari
SMPN 18 Mataram maupun guru dari sekolah lain di kota Mataram atau Lombok Barat
dengan berbagai universitas seperti Universitas Muhammadiyah (UMMAT) Mataram,
Universitas Nahdatul Ulama (UNU) NTB, Universitas Mandalika Mataram (UNDIKMA)
sedangkan lintas instansi seperti dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram,
Dinas Pertanian juga dari penggiat barang kerajinan seperti The Griya Lombok,
Pos Pelayanan Teknologi (POSYANTEK) Ampenan, Bank Sampah, unsur Orang Tua Siswa
dan Stakeholder seperti Kelurahan Ampenan Selatan, Takmir Masjid Karang Buyuk
Ampenan Selatan, dengan keberagaman skill ( ketrampilan ) ini merupakan modal
yang harus dikelola dengan
baik,
Gb. 2 Pendampingan Pembuatan Proposal PTK
sehingga pelibatan anggota komunitas sangat dirasakan mamfaat bagi
semua warga SMPN 18 Mataram . Melalui metode belajar kelompok atau
pendampingan dapat mengikuti lomba penelitian PTK (penelitian tindakan kelas )
dengan mengirim 3 ( tiga ) buah ke
Gb. 3 Pembuatan Barang Kerajinan
Demikian juga atas kerja
sama dan keperdulian anggota komunitas sehingga terselenggara pembelajaran
prakarya (intrakurikuler) dengan memamfaatkan barang bekas berupa sampah kertas
dan sampah plastic (ekobrik ) menjadi berbagai barang kerajinan yang bernilai
ekonomi
sangat tinggi (dengklek,
pas bunga, asbak, papan nama ruangan) seperti ditunjukkan foto barang di
samping, sekaligus mendukung program Pemerintah provinsi NTB ( Zero Waste )
yang dicanangkan tahun 2019 yang lalu . Berbagai kegiatan juga
dapat terselenggara
Gb. 4 Pembuatan pupuk kompos
seperti pelatihan bagi
Guru dan OSIS Sekolah Menengah Pertama Negeri dan swasta se kota Mataram dalam
menentukan 3 ( tiga ) aspek pilihan dari 4 ( empat ) aspek yang harus
dikuasai setiap (Permendikbud Nomor 6 Tahun 2017). Praktek pembuatan
kompos oleh Dinas Lingkungan Hidup bagi semua SMP se kota Mataram pula
dipusatkan di SMPN 18 Mataram karena siswa kelas IX pada pelajaran IPA
diberikan pelatihan ( pembuatan pupuk cair ) dan workshop ( pembuatan pupuk
kompos ) oleh Dinas Lingkungan Hidup sampai bisa memproduksi sendiri dengan
brand SMPN 18 Mataram ( gambar disamping ) untuk kebutuhan sendiri ( penyubur
grand house ) bahkan sebagian produksinya untuk dijual ( out put ) sebagaima amanat kurikulum 2013
Gb.
5 Penanaman pohon (penghijauan)
disiapkan oleh GEO PARK Rinjani Kegiatan Sosialisasi 4 (empat) Pilar Kebangsaan kolaborasi antara
SMPN 18 Mataram dan Pondok Pesantren NW Nurul Jannah Ampenan yang dirangkai
dengan penghijauan ( penanaman pohon ) secara simbolis oleh Anggota MPR RI
yaitu Bapak Haji Sukisman Azmy berhasil dilaksanakan dengan pemusatan kegiatan
di SMPN 18 Mataram setelah anggota komunitas sharing dengan anggota MPR RI
untuk oleh SMPN 18 Mataram, karena komunitas Gb.6
Mengisi Green Housemaka berhasil diyakinkan untuk beracara di SMPN 18
Mataram.
sekaligus menjadi kegiatan sekolah terbukti dengan
terbangunnya
Green House
Sekolah dengan biaya sangat murah juga bisa diwujudkan
karena kerja sama anggota komunitas, orang tua dan semua warga sekolah . Green
house ini menjadi tempat belajar di luar yang disenangi oleh semua siswa dan
menjadi media belajar yang sangat efektif dan menyenangkan . Semua yang
diupayakan komunitas dan bekerja sama dengan SMPN 18 Mataram sangat bermamfaat
untuk meningkatkan ketrampilan peserta didik ( life skill ) dan perlahan
menambah kepercayaan (truss) orang tua siswa terhadap peningkatan mutu
pendidikan SMPN 18 Mataram.
C.
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Dengan demikian terbentuknya komunitas Belajar Bale Pintar yang
dinaungi Program Sekolah Cerdas banyak memberI manfaat terhadap kegiatan SMP
Negeri 18 Mataram dengan kata lain kegiatan Komunitas sekaligus mewujudkan
program sekolah baik ekstrakurikuler maupun kokurikuler yang sudah dijelaskan
di atas bisa terlaksana denagn semestinya membutuhkan biaya besar sedangkan
biaya dari dana BOS yang dialokasikan demikian kecil
ahirnya semua kegiatan sekolah dapat dilaksanakan dengan biaya
murah bahkan tanpa biaya itulah makna yang disebut dengan Program Sekolah
Cerdas yang diluncurkan SMPN 18 Mataram untuk mensiasati keterbatasan dana
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dialokasikan untuk melaksanakan kegiatan
ekstrakurikuler maupun kokurikuler .
2.
Saran
Pada tulisan ini saran yang disampaikan penulis
ditujukan kepada :
1. Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pendidikan
Kota Mataram agar memberikan perhatian lebih terhadap kondisi yang dihadapi
SMPN 18 Mataram agar program sekolah dapat terlaksana dengan baik.
2. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 18 Mataram
harus bekerja keras dan bahu-membahu menjalankan semua kegiatan sekolah secara
ikhlas untuk membangun kepercayaan masyarakat sekitar.
3. Masyarakat
sekitar sekolah dan stakeholder agar memberikan dukungan penuh
untuk kemajuan mutu SMPN 18 Mataram.
4. Semua
anggota Komunitas Belajar Bale Pintar agar lebih proaktif dan intens memberikan
dukungannya terhadap keberlangsungan Program Sekolah Cerdas yang memberi dampak
positif terhadap SMPN 18 Mataram semoga menjadi amal ibadah aamiin
yarobbal’alamin.