Rabu, 24 Juni 2020

Mengasah Otak Dengan Cara Menulis


MENGASAH OTAK DENGAN CARA MENULIS
BELAJAR MENULIS GELOMBANG 11
RESUME KULIAH KE 9
PERESUME : Lalu Suwarno
                       

            Seorang ibu rumah tangga  yang masih  muda juga seorang penulis yang cemerlang dengan segudang karya yang bernama Siska Destiana lahir di Klaten pada tanggal 12 desember 1985 patut diapresia  pengalamannya dalam mengelola waktu untuk menjalankan kedua profesinya, meski dengan segudang prestasi namun ibu Siska tetaplah seorang ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan sebagai penulis buku (content writer ) dan freelance editor. Meski memiliki 3 orang buah hati dengan yang terkecil berumur 3 tahun namun waktu masih bisa terkelola dengan baik. Terbukti dengan mengalir ide dan prestasi.
            Alasan ibu Siska kenapa harus menulis, yang pertama adalah mengikuti sunnah rasul bahwa untuk menguatkan dan mengikat ilmu pengetahuan adalah dengan menulis, tulisan kita merupakan”knwoledge Management”. Kedua adalah tulisan kita  menjadi bukti autentik jejak abadi  yang pernah kita pikirkan dan lakukan. Ketiga adalah tulisan kita menjadi hak patent bagi penulis dalam menuangkan semua gagasan yang  berseliweran dalam pikiran kita,  Selain itu tujuan sederhana menulis adalah karena hoby dan cara mengaktifkan otak.
            Ragam tulisan yang diperkenalkan ada dua macam yaitu fiksi dan nonfiksi. Nonfiksi adalah tulisan yang berdasarkan fakta dan data yang outentik sesuai realita yang akan dipertanggung jawabkan oleh penulis.Ragam non fiksi yang cepat dan mudah ditulis  yaitu :
1.      Berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa hangat
2.      Esai adalah karangan prosa yang membahas masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya
3.      Catatan Perjalanan adalah tulisan tentang proses sebuah perjalanan atau ulasan tentang apa yang ditemui dalam perjalanan tersebut
4.      Artikel Informatif adalah tulisan yang berisi informasi tentang suatu hal yang bertujuan untuk menambah pengetahuan pembaca. Isinya murni informasi
5.       Best Practice adalah tulisan tentang pengalaman terbaik dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Biasanya dibuat oleh para pendidik atau mereka yang terlibat dalam dunia pendidikan.
Adapun persiapan yang dilakukan dalam menulis adalah mengeluarkan apa yang berseliweran di pikiran kita. Biasanya menggunakan mind mapping sederhana yang bertujuan agar ketika menulis tidak tersesat dan tidak ada materi yang terlewatkan, biasanya disebut dengan kerangka kasar tulisan untuk  mengikat gagasan yang akan kita tulis .  Setelah semua isi pikiran dikeluarkan lalu disusun dengan meletakkan tepat pada bagian pembuka tengah dan penutup. Setelah semua selesai ditulis kemudian akan diendapkan dulu tulisan minimal 15 menit saja. Tujuan mengendapkan tulisan kita  adalah untuk mengistirahatkan otak agar lebih fres dan rilek sehingga saat kita membaca ulang tulisan pasti terasa lebih teliti ahirnya kita mengetahui kekurangan tulisan kita sebelum dibaca orang lain juga sekalian self editing kita lakukan terlebih dahulu. Setelah semua oke barulah di posting atau dipasarkan kata singkatnya.
            Kiat kiat dalam menulis fiksi  pertama, perlu banyak membaca karya fiksi orang lain sehingga memicu otak kita berimajinasi dalam membangun cerita yang menarik. Adapun hal yang perlu diperhatikan adalah saat menyajikan konflik jangan sampai tersesat atau hingga terlalu jauh dari realita yang kita sendiri tidak memahaminya, sebaiknya ambil konflik konflik yang kita kenali dan fahami yang ada di sekitar kehidupan kita inilah inspirasi yang paling bermamfaat bagi kita .
            Tentang penulisan berita,  pertama harus terpenuhi yaitu 5W + 1H ( Who, What, When, Where, Why dan How ). berita harus bisa menceritakan siapa melakukan apa, kapan dan di mana dilakukannya, mengapa melakukan itu, dan bagaimana ia melakukannya, dengan begitu kita dapat mempertanggung jawabkan tulisan kita bila terjadi complain dari orang lain . Yang kedua adalah tentang faktualisasi dan kecepataan  dalam  menyajikan berita,  makin cepat berita dapat dinikmati khalayak maka berita makin diminati, kemudian faktualitas yaitu bicara tentang kebenaran. Jadi sebuah berita harus dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya berdasarkan peristiwa nyata, juga sebuah berita harus dekat ( menyajikan tentang  keseharian ) khalayak  biasanya akan makin diminati. Terakhir, kemampuan menulis kita berbanding lurus dengan kemampuan membaca. jadi makin banyak  membaca berita, maka makin mudah memproduksi atau menemukan  kata yang menarik pada naskah berita yang kita tulis .
            Untuk menghindari kebuntuan pada saat menulis atau yang disebut dengan istilahnya writer block, bisa kita lakukan googling, kita akan menemukan banyak sekali kiat yang ditulis oleh para penulis kawakan tentang bagaimana mengatasi hal itu atau  rehat sejenak  dan melakukan hal lain yang merupakan hoby dengan santai untuk melepas ketegangan . Biasanya setelah itu pikiran jadi jernih kembali,  Tilawah Quran juga sangat membantu menstimulasi kembali  otak untuk bekerja lebih baik dengan demikian semua akan berkeseimbangan maka ide akan mengalir kembali sehingga tulisan kita akan lebih berkualitas dan memuaskan para pembaca .



1 komentar: